Jakarta, 17 Maret 2026 – PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN memastikan pasokan listrik nasional dalam kondisi aman dan andal menjelang perayaan Idulfitri 2026 M/1447 H. Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyatakan bahwa sistem kelistrikan nasional memiliki cadangan daya mencapai 16.950 Mega Watt (MW), sementara beban puncak diperkirakan hanya sekitar 35.017 MW.
“Kami telah menyiagakan lebih dari 72 ribu personel di seluruh unit kerja untuk memantau dan menjaga keandalan pasokan listrik selama periode Lebaran,” ujar Darmawan dalam keterangan resmi hari ini. Strategi siaga ini mencakup peningkatan pemeliharaan pembangkit, penguatan jaringan transmisi dan distribusi, serta koordinasi ketat dengan pemangku kepentingan terkait.
Selain itu, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi menetapkan bahwa tarif tenaga listrik untuk kuartal II (April–Juni) 2026 tidak mengalami kenaikan. Keputusan ini melanjutkan kebijakan stabilisasi tarif sejak triwulan I (Januari–Maret) 2026, demi menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi nasional di tengah momentum Hari Raya.
Plt. Dirjen Ketenagalistrikan Tri Winarno menjelaskan, penetapan tarif tetap dilakukan setelah mempertimbangkan berbagai parameter ekonomi makro, termasuk inflasi dan harga energi global. “Masyarakat tidak perlu cemas, tarif listrik periode triwulan II tahun 2026 tetap. Ini upaya pemerintah menjaga daya beli jelang Idul Fitri,” katanya.
Beberapa rincian tarif listrik PLN yang masih berlaku (tanpa perubahan) meliputi:
- Golongan R-1/TR 450 VA (subsidi rumah tangga miskin): Rp 415 per kWh
- Golongan R-1/TR 900 VA: Rp 1.352 per kWh
- Golongan R-1/TR 1.300 VA: Rp 1.444,70 per kWh
- Golongan bisnis dan industri non-subsidi: tetap sesuai ketentuan triwulan sebelumnya
Di sisi transisi energi, PLN Indonesia Power (PLN IP) terus mempercepat program hijau. Perusahaan menyiapkan 268 proyek pembangkit baru dengan total kapasitas tambahan 30,2 GW hingga 2034, dengan fokus pada energi baru terbarukan (EBT) untuk mendukung target Net Zero Emission 2060. Kapasitas pembangkit ditargetkan naik signifikan dari sekitar 23 GW saat ini menjadi 107 GW pada 2060.
PLN juga aktif mendorong ekosistem kendaraan listrik. Sepanjang periode Nataru 2025/2026 lalu, pengisian daya di SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) telah melampaui realisasi tahun sebelumnya, menandakan pertumbuhan adopsi EV yang pesat.
PLN Siapkan Cadangan Daya Melimpah Jelang Idulfitri 2026, Tarif Listrik Tetap Stabil Hingga Juni