Harga Emas Hari Ini 3 Maret 2026: Antam Turun Rp13.000/gram ke Rp3,122 Juta, Emas Dunia Volatil di Tengah Konflik Timur Tengah dan Penguatan Dolar AS

Jakarta/Phnom Penh, 3 Maret 2026 — Harga emas domestik di Indonesia mengalami koreksi tipis hari ini meski emas dunia sempat melonjak tajam akibat eskalasi perang AS-Israel melawan Iran. PT Aneka Tambang (Antam) melalui Logam Mulia mencatat penurunan Rp13.000 per gram untuk emas batangan 1 gram menjadi Rp3.122.000 (belum termasuk pajak), turun 0,41% dari Rp3.135.000 kemarin.

Harga buyback (beli kembali) Antam juga turun serupa menjadi sekitar Rp2.901.000 per gram, sehingga selisih jual-beli mencapai Rp221.000 per gram. Berikut rincian harga emas Antam hari ini (belum pajak, per 3 Maret 2026 pukul 08.30–17.00 WIB):

  • 0,5 gram: Rp1.611.000
  • 1 gram: Rp3.122.000
  • 2 gram: Rp6.184.000
  • 3 gram: Rp9.251.000
  • 5 gram: Rp15.385.000
  • 10 gram: Rp30.715.000

Di Pegadaian (Galeri 24), harga emas batangan naik tipis menjadi Rp3.173.000 per gram (+Rp43.000), sementara UBS Gold naik Rp28.000 ke Rp3.195.000 per gram. Harga emas perhiasan 24K di toko seperti Raja Emas sekitar Rp2.750.000–Rp2.663.000 per gram (tergantung platform seperti Laku Emas).

Emas Dunia Volatil, Turun Tajam Setelah Lonjakan Geopolitik Di pasar internasional, harga emas spot sempat melonjak ke atas US$5.300–5.400 per troy ounce awal pekan ini karena permintaan safe-haven akibat konflik di Timur Tengah (penutupan Selat Hormuz, serangan rudal Iran ke basis AS, dan ancaman eskalasi). Namun hari ini emas dunia mengalami koreksi signifikan: spot gold turun sekitar 2–4% ke kisaran US$5.170–5.200 per ounce (dari puncak US$5.345 kemarin), dipicu penguatan dolar AS, profit-taking investor, dan ekspektasi inflasi tinggi yang mengurangi daya tarik emas non-yielding.

Analis dari BMI (Fitch Solutions) dan Natixis memprediksi emas bisa tembus rekor baru di atas US$5.600 per ounce jika konflik berlanjut 4–5 minggu seperti pernyataan Presiden Trump. Sebaliknya, jika de-eskalasi terjadi, koreksi lebih dalam mungkin terjadi. Harga minyak Brent yang masih tinggi (di atas US$80/barel) juga mendukung inflasi global, yang biasanya positif bagi emas jangka panjang.

Dampak ke Investor di Kamboja dan Asia Tenggara Di Phnom Penh dan kawasan ASEAN, harga emas lokal cenderung mengikuti tren global dengan premi lebih tinggi karena biaya impor dan permintaan fisik. Banyak investor ritel beralih ke emas sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian geopolitik dan fluktuasi mata uang. Namun, volatilitas tinggi ini menyarankan kehati-hatian—banyak analis menilai emas tetap bullish jangka menengah karena risiko perang berkepanjangan.